Sejak pertama kali masuk kota Brisbane, yang paling jadi perhatian aku adalah transportasinya. Yah, soalnya itu sih yang paling keliatan sepanjang aku jalan dari bandara ke hotel. Di Australia ini sama sekali ga ada yang namanya macet. Kalau di Indonesia, sebelum status “macet” sebelumnya ada status “padat merayap”, “ramai lancar”, dan “lancar”. Kalau di sini, ga ada tuh yang namanya ramai lancar, apalagi padat merayap. Semuanya lancaaarr.. Kenapa? Beda sama orang Indonesia yang lebih suka pakai kendaraan pribadi, di sini moda transportasi umum lebih jadi pilihan. Atau bahkan, orang Australia lebih senang jalan kaki. Selama di Brisbane aku tinggal di tengah kota, yang aktivitasnya ramai. Pertokoan, hotel, cafĂ©, resto, dan sebagainya. Dan di sana, aku lihat jelas bahwa banyak orang Australia memilih jalan kaki atau naik bus. Area pertokoannya (Queen Street) bahkan didesain khusus untuk pejalan kaki, sama sekali tanpa kendaraan bermotor. Mungkin Queen Street ini kalau di Bandung...
Nessia Adista a.k.a Echa