Langsung ke konten utama

Postingan

Makan Untuk Hidup Atau Hidup Untuk Makan?

Semakin dewasa, ternyata preferensi saya terhadap makanan bisa banyak berubah loh. Ada makanan yang dulu saya suka tapi sekarang jadi jarang saya makan. Sebaliknya ada makanan yang dulu tidak pernah saya sentuh tapi sekarang saya sukai. Dan setelah dipikir-pikir, ternyata pilihan makanan saya semakin mengarah ke makanan yang lebih sehat. Misalnya saja dulu saya menganggap daun pepaya dan pare/paria itu tidak layak dimakan karena rasanya yang sangat pahit. Namun sekarang jika membeli pecel dan ada daun pepaya sebagai pilihan sayur, saya akan dengan senang hati memasukkan daun pepaya ke dalam pecel saya. Begitu juga dengan pare, jika sedang berkunjung ke rumah mama dan ada olahan pare di meja makan, saya tidak lagi segan mengambilnya sebagai lauk makan siang. Contoh lain, dulu saat makan di resto, cafe, atau sekedar jalan-jalan di mal saya seringnya memilih minuman manis creamy seperti milkshake , smoothies , milk tea , atau boba. Namun sekarang, rasanya lebih nyaman jika minum wedang h...
Postingan terbaru

Belajar dan Berkembang di Sekolah, Tapi Bukan di Kelas

 " Yang rajin ya belajar di sekolah, biar pinter !" Sepertinya itu pesan yang pasti pernah diterima oleh anak-anak dari orang dewasa di sekelilingnya. Dulu ketika mendengar pesan semacam itu ya saya menginterpretasikan artinya adalah saya harus rajin datang ke sekolah, duduk di kelas mendengarkan guru, dan mengerjakan semua tugas yang diberi oleh guru. Namanya belajar di sekolah ya artinya duduk di kelas, ada guru, ada buku. Namun semakin besar, saya semakin sadar bahwa ternyata belajar itu tidak hanya dengan cara duduk di kelas, tapi juga dari kegiatan lain di luar kelas. Saya juga jadi sadar bahwa pintar itu bukan sekedar paham yang diajarkan oleh guru dan mendapat nilai ujian yang bagus. Ada banyak kemampuan lain terkait kehidupan yang tidak ada teorinya di buku pelajaran tapi harus tetap kita kuasai. Istilah lainnya, soft skill . Saya merasa bahwa saya banyak mendapat kesempatan melatih dan mengembangkan soft skill itu lewat kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, bukan di ...

Antara Buku dan Film "Imperfect"

 Ketika membaca tema tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Oktober ini, yaitu “Menyelami Orisinalitas dalam Adaptasi Karya Lintas Medium”, yang muncul pertama kali dalam pikiran saya adalah buku dan film “Imperfect”. Padahal banyak sekali judul film yang diadaptasi dari buku yang sudah saya tamatkan keduanya, tapi entah mengapa judul pertama yang terlintas adalah “Imperfect”. Karena satu dan lain hal yang membuat waktu saya tersita banyak di bulan ini, akhirnya saya memutuskan untuk mengulas film dan buku ini saja untuk tantangan, karena tidak sempat lagi memikirkan judul lain. Buku Non Fiksi, Film Fiksi “Imperfect” merupakan buku yang ditulis oleh Meira Anastasia. Judul lengkapnya sebenarnya adalah “Imperfect: a Journey to Self-Acceptance”. Buku ini merupakan buku non fiksi, berisi curahan hati Meira tentang perasaan insecure yang dimilikinya akibat kondisi fisiknya yang dirasa jauh dari ideal. Juga bagaimana perjalanan yang dilalui Meira sampai akhirnya menemukan cara un...

Seragam Mamah-Mamah Indonesia

Tren fesyen adalah sesuatu yang selalu berubah. Tahun ini tren dan banyak dipakai para pecinta fesyen, tapi belum tentu tahun depan masih akan banyak diikuti. Tidak hanya soal model, bahkan warna dalam fesyen juga sangat cepat berubah. Seperti warna sage yang sempat tren di 2023 lalu berganti burgundy di tahun ini. Mengikuti perubahan fesyen bisa merepotkan dan melelahkan karena perubahannya yang sangat cepat. Mengikuti tren fesyen juga bisa terasa boros dan berlebihan karena artinya tiap pergantian tren harus beli barang baru untuk mengikutinya. Jadi bagi kaum mendang mending seperti saya, lebih baik tidak usah terlalu ikut tren deh daripada harus terus beli barang baru demi mengikuti perkembangan fesyen. Meski begitu ada juga loh jenis fesyen yang tidak lekang oleh waktu, alias terus disukai dan dipakai oleh banyak orang sejak dulu hingga sekarang. Dalam tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini yang mengangkat tema “Tentang Fashion”, saya mau menulis tentang salah satu jenis...

Ketika Mau Me Time Tapi Punya Balita

 Semua orang pasti membutuhkan waktu untuk “ me time ”. Me time atau waktu yang dihabiskan untuk diri sendiri diperlukan untuk memberi diri kita waktu untuk “istirahat” dari rutinitas yang kadang menjemukan dan melelahkan, baik secara fisik maupun emosional. Setiap orang tentu punya cara yang berbeda untuk me time . Ada yang senang berkegiatan di dalam rumah, ada yang senang di luar rumah. Ada yang senang rebahan, tapi ada juga yang justru senang bergerak. Di era digital sekarang ini, banyak orang yang memilih mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menggunakan internet, misalnya scrolling medsos, belanja online , main game online , sampai nonton film/drama online . Bahkan kegiatan bergerak seperti misalnya olahraga kadang masih membutuhkan internet. Misalnya yang senang berlari atau gym sambil mendengar musik masih butuh internet untuk akses spotify. Atau memasak juga kadang masih butuh internet untuk mencontek resep dari youtube.  Dalam tantangan blogging Mamah Gajah Nge...

Menjadi Yang Selalu Ketinggalan

Tema bulan ini untuk tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog adalah tentang pendapat tidak populer atau lebih banyak yang mengenal dengan istilah unpopular opinion . Sempat bingung mencari topik tulisan, karena saya tidak cukup yakin apakah opini saya terkait berbagai hal itu termasuk opini tidak populer atau justru sebaliknya. Namun saya mendapat ide saat beberapa waktu lalu bepergian dan melihat antrean sangat panjang di salah satu tempat makan hit di Kota Bandung. Antreannya bahkan sampai meluber ke trotoar jalan. Saat itu saya berbicara kepada suami “apa sih yang dicari orang-orang ini? Sebegitunya mereka mengejar tempat makan viral, sampai rela antre sepanjang itu. Padahal kalau enggak segera nyoba juga kan sebenarnya enggak masalah ya.” Lantas tiba-tiba terlintas di pikiran saya bahwa opini yang saya utarakan kepada suami itu bisa jadi adalah opini yang tidak populer di sebagian masyarakat. Terbukti dengan serbuan yang terjadi setiap harinya pada tempat-tempat yang viral di media...

Dari Tanah Sunda ke Seluruh Indonesia

 Tradisi biasanya berkaitan erat dengan daerah tertentu dan tidak ada atau jarang dilakukan di daerah lain. Hal ini dikarenakan tradisi biasanya memang bersumber dari adat suatu daerah, yang tentu bisa sangat berbeda dengan daerah lainnya. Selain itu nilai yang terdapat dalam suatu tradisi juga sangat mungkin berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Namun sekarang ini ada juga tradisi dari masyarakat daerah tertentu yang kemudian meluas cakupannya dan dilakukan oleh masyarakat dari luar daerah asalnya. Tradisi-tradisi tersebut mungkin dirasa memiliki nilai yang cocok juga dengan daerah lainnya sehingga kemudian diadaptasi dan dilakukan juga oleh masyarakat di daerah lain.  Sekaligus menjawab Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog , berikut ada beberapa budaya atau tradisi dari tanah Sunda yang sekarang ini meluas dan dilakukan banyak masyarakat non Sunda. Bahkan tradisi asal Sunda ini bisa dibilang sudah menjadi tradisi nasional karena dilakukan hampir di semua daerah...