Ketika mendengar tema tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini yaitu “Keputusan Kecil/Sepele yang Mengubah Hidup”, saya sempat lama berpikir apa ya keputusan kecil yang berefek besar di hidup saya? Kok rasanya susah sekali menemukan satu momen ketika saya mengambil keputusan dan akhirnya keputusan tersebut mengubah hidup saya sampai sekarang. Namun tiba-tiba saya teringat satu kejadian di masa SMP yang membuat saya merutuki diri sendiri dan sejak saat itu bertekad untuk tidak lagi mengulang kesalahan serupa. Kesalahan saya saat itu diakibatkan oleh satu sifat yang sebenarnya dimiliki semua orang meski tingkatnya berbeda-beda. Dan sifat yang saya miliki ini sepertinya cukup berlebihan sehingga akhirnya malah berakibat buruk. Sifat apakah itu? Malu. Si Pemalu Yang Tidak Terbiasa Mandiri Saya memang termasuk pemalu sejak dulu. Saya punya kesulitan mengungkapkan pikiran maupun perasaan saya. Bahkan kepada keluarga sendiri pun kadang sulit mengungkapkannya. Saat sedang diliput...
Kemarin saat sedang buka Threads, saya sempat membaca satu utas yang agak menggelitik. Utas semacam ini memang biasanya akan menimbulkan sedikit kegaduhan karena banyak yang akan kontra dengan apa yang diungkapkan penulis utas. Saat membaca utas itu jujur saya langsung mengernyitkan dahi. Ada sedikit perasaan tidak setuju dengan isi utas tersebut, tapi ada sedikit perasaan yang mengatakan pendapat penulis tidak sepenuhnya salah juga. Pendapatnya soal ketika punya anak tidak akan setiap hari tralalatrilili sambil melihat anak bisa dibilang memang benar, karena kita semua pasti setuju kalau punya anak itu berat, banyak sekali perjuangannya. Namun saya bingung kenapa penulis sampai menulis utas ini seakan-akan punya anak itu sangat tidak menyenangkan, bahkan sampai keheranan melihat ada orang yang menjadi pejuang garis dua. Saya cukup yakin semua perempuan baik yang sudah punya anak, yang belum berencana punya anak, ataupun yang sedang menjadi pejuang garis dua tahu bahwa puny...