Langsung ke konten utama

Postingan

Belanjalah Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan

  Belanja itu sering diidentikkan dengan perempuan. Konon katanya setiap perempuan itu pasti tukang belanja. Kalau bosan, belanja. Kalau bete, belanja. Kalau sedih, belanja. Kalau marah, belanja. Kalau senang, belanja juga. Apa iya? Pastinya sih tidak semua seperti itu ya. Mungkin memang ada sebagian orang yang menjadikan belanja sebagai hobi yang dilakukan sering dan terus menerus setiap ada kesempatan dan waktu luang. Hanya saja tidak semua perempuan seperti itu, seperti saya misalnya. Saya menjadikan belanja hanya sebagai kebutuhan dan bukan hobi. Saya rutin berbelanja hanya karena peran saya sebagai seorang ibu rumah tangga. Sudah menjadi tugas saya untuk membeli segala kebutuhan rumah tangga baik kebutuhan rumah, kebutuhan anak-anak, hingga kebutuhan suami. Berbelanja memang sudah menjadi rutinitas saya, tapi saya tidak menjadikan belanja sebagai hobi. Walaupun tidak dipungkiri kalau memang ada perasaan senang ketika berbelanja, tapi saya tetap tidak menjadikan belanja sebagai seb
Postingan terbaru

Bergerak Yuk!

P erkembangan zaman, termasuk di dalamnya perkembangan teknologi sangat mempengaruhi gaya hidup manusia. Salah satu gaya hidup yang berubah dengan cukup signifikan adalah orang-orang saat ini semakin sedikit bergerak. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi membuat orang-orang terlena sehingga melupakan kebutuhannya untuk bergerak. Padahal kita semua tahu bahwa kurang gerak akan menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti misalnya obesitas, masalah pada jantung, tulang, dan organ-organ penting lainnya.  Anak-anak juga tidak luput dari ancaman kurang gerak akibat teknologi. Misalnya saja anak-anak yang hobi bermain gawai hanya duduk berlama-lama memainkan gawainya tanpa banyak bergerak. Bahkan karena belum punya kemampuan membatasi diri, kadang anak-anak justru lebih rentan kurang gerak jika tidak dibatasi waktu bermain gawainya. Karena itulah saya sebagai orang tua membatasi anak-anak memainkan gawai hanya pada weekend , itupun dibatasi jumlah waktunya. Selain itu saya juga selalu me

Ketika Kehilangan Cinta Untuk Diri Sendiri

Perasaan adalah suatu hal yang abstrak. Mudah sekali berubah-ubah. Begitu juga dengan perasaan cinta, sangat mudah berubah, naik dan turun. Yang awalnya cinta, lalu berkurang rasa cintanya, tapi bisa kemudian jatuh cinta lagi. Tidak hanya berlaku untuk rasa cinta kepada orang lain, rasa cinta kepada diri sendiri pun mudah berubah. Ada kalanya kita sangat mencintai diri sendiri, tapi ada kalanya kita seperti kehilangan rasa cinta untuk diri sendiri.  Itu yang sering saya rasakan, perasaan cinta yang naik turun untuk diri saya sendiri. Ada kalanya saya merasa sangat mencintai diri saya sendiri, tapi di waktu lain terutama ketika ada perasaan lain entah marah, sedih, atau kecewa, saya bisa kehilangan cinta untuk diberikan kepada diri sendiri. Biasanya saya "kehilangan cinta" untuk diri sendiri ketika ada trigger dari luar yang menyebabkan munculnya emosi negatif. Rasa kesal, marah, sedih, kecewa, takut, itu semua bisa memicu berkurangnya rasa percaya diri yang pada akhirnya men

Tradisi di Kampung Suami

Sudah sewajarnya ketika dua orang menikah, masing-masing akan membutuhkan adaptasi dengan kebiasaan satu sama lain, atau kebiasaan keluarganya masing-masing. Begitu pula saya, ketika menikah dan masuk ke keluarga suami, saya harus beradaptasi dengan keluarga suami. Salah satunya adaptasi dengan keluarga besar suami di kampung. Maklum, sejak lahir saya sudah jadi "anak kota", dan keluarga besar saya semua tinggal di kota besar, jadi memang saya nggak punya kampung, makanya kurang familiar sama kehidupan di desa. Hehe.. Keluarga besar suami hampir semuanya seumur hidupnya tinggal di salah satu desa di Kabupaten Magetan. Di kampung suami ini, masyarakatnya kebanyakan bekerja di sawah atau kebun, atau merawat binatang ternak. Suasana di desa juga sangat asri dan tenang, sebenarnya cocok untuk healing, menjauh sementara dari kerasnya hidup di kota. Hehe.. Apalagi tempat wisata di dekat desa ini cukup banyak. Telaga Sarangan yang merupakan tempat wisata kebanggan Magetan saja hanya

Hari-Hari Ibu Rumah Tangga ala Bunda Echa

Rutinitas harian saya sebagai ibu rumah tangga sepertinya "gitu-gitu aja", kurang seru untuk dibahas. Karena ya apa saja sih yang dilakukan full time IRT seperti saya, paling kan hanya berputar masuk satu ruang ke ruang lain, berteman dengan sapu, pel, mesin cuci, kompor, dan aneka alat rumah tangga lainnya. Kelihatannya nggak seru kan? Tapi yaaa, demi ikut Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog , boleh deh sekali-sekali saya cerita soal rutinitas harian saya sebagai IRT di rumah mungil tercinta saya. Hehe..  Sejak memiliki anak, saya memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja, tanpa bekerja baik kantoran maupun menjadi freelancer . Sempat berjualan baju online , tapi tidak berlanjut karena saya kehilangan fokus setelah melahirkan anak kedua. Terlebih ketika saya pindah ke rumah sendiri, tidak lagi tinggal bersama orang tua, saya semakin sulit mengatur waktu untuk berjualan online . Akhirnya sampai sekarang, sampai anak ketiga saya berusia 1 tahun lebih, saya fokus menjadi ibu

Contoh Untuk Sederhana

Tema Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni ini adalah tentang parenting . Hmm,, tema yang cukup berat, mengingat ilmu saya yang masih sangat cetek soal parenting , dan gaya parenting saya yang jauuuuhhh dari kata sempurna. Yah, ngomel ke anak-anak masih jadi rutinitas harian, saya sering merasa kekurangan waktu untuk menemani anak-anak bermain, dan saya masih sering menutup hari dengan menyesali apa yang saya lakukan (atau tidak dilakukan) kepada anak-anak seharian itu. Tentu gaya parenting saya bukan contoh yang baik kan kalau begitu. Gaya parenting seseorang terhadap anak-anaknya mau tidak mau pasti terpengaruh oleh gaya parenting yang diterimanya semasa kecil. Bisa jadi meniru gaya parenting orang tuanya, atau sebaliknya justru tidak meniru gaya parenting tersebut, mungkin karena gaya parenting yang diterima kurang menyenangkan sehingga tidak ingin diteruskan kepada anak-anaknya. Gaya parenting saya pun tentu dipengaruhi gaya y ang saya terima dari kedua orang t