Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label life

Banyak Belajar dari Komunitas Tercinta

Sebagai seorang introvert , saya bisa dibilang tidak terlalu mudah untuk berteman. Kalau mau dihitung berapa banyak teman yang terhitung dekaaaattt sekali, bisa dihitung pakai jari tangan saja kok, saking memang sedikit sekali saya bisa berteman sampai sangat dekat. Tapi bukan berarti saya gak mau dan gak suka berteman ya, apalagi sampai disebut ansos alias anti sosial. Hanya saja, saya harus benar-benar merasa klop untuk bisa berteman dekat, dan proses sampai klop itu juga nggak bisa instan. Itulah kenapa saya hanya punya sedikit teman dekat, karena filter- nya banyak. Hehe..  Meskipun tergolong introvert , sepanjang hidup saya pernah beberapa kali masuk ke dalam suatu komunitas. Menurut saya, komunitas yang baik adalah komunitas yang di dalamnya bisa saling mendukung, saling membantu, dan bisa saling memberikan manfaat satu sama lain. Jadi komunitas yang baik bukan hanya bisa jadi tempat nongkrong dan ngobrol haha hihi, tapi juga bisa membuat kita menjadi lebi...

Belajar Bersyukur dari Covid-19

Seperti yang sudah tertuang di postingan sebelumnya, saya mengawali tahun 2021 ini dengan isolasi mandiri akibat terpapar covid-19. Untuk saya itu adalah suatu cobaan yang cukup berat. Tapi alhamdulillah saya bisa melewati minggu-minggu sulit tersebut dengan cukup baik bersama dengan suami dan anak-anak, dan semuanya berakhir baik juga karena saya suami dan anak-anak masih sehat walafiat sampai sekarang.  Di tulisan ini saya ingin sedikit membagikan pengalaman batin saya menghadapi cobaan tersebut, bagaimana saya bisa bertahan, dan hal baik apa yang bisa saya ambil dari cobaan tersebut.  Berawal ketika saya mendapat petir di siang bolong berupa hasil swab saya yang menunjukkan hasil positif. Pada detik pertama saya mendapat kabar bahwa saya positif covid-19, jujur saat itu sama sekali ga ada rasa apapun. Hati ga ngerasa apa-apa, otak ga ada pikiran gimana-gimana. Sedih? No . Takut? No . Galau? No . Saya hanya bisa ngasih respon "oh gitu. yaaaaa yaudah, gimana lagi sih kan". B...

Ceritaku Sebagai Penyintas Covid-19

Ini sebenarnya tulisan yang agak late post. Butuh waktu untuk menulisnya, lagi-lagi karena kesulitan cari waktu untuk fokus menulis. Tapi walau agak terlambat, tetap mau bercerita sedikit yaa tentang pengalaman saya tentang covid-19. 2 Kali Positif Juli 2019, tanpa benar-benar direncanakan sebelumnya, saya mendapati bahwa saya ternyata positif hamil. Sebenarnya hati sudah ingin nambah anak lagi, karena Dinand sudah hampir 3 tahun juga umurnya, dan umur saya sendiri sudah masuk kepala 3. Tapi sempat berpikir bahwa sepertinya hamil dalam kondisi pandemi seperti ini bukan kehamilan yang ideal. Jadi memang belum merencanakan untuk memprogram kehamilan anak ketiga. Tapi ternyata Allah mengqodarkan saya untuk hamil anak ketiga. Tetap senang, excited, dan bahagia dengan berita ini, namun tidak bisa dipungkiri ada sedikit kecemasan akibat pandemi. Ternyata, belum genap 6 bulan sejak saya mendapati hasil testpack positif, saya mendapati bahwa saya "positif" lagi. Hanya saja "po...

I'm a Proud Housewife

Melanjutkan postingan "pembuka" kemarin setelah bertahun2 blog ini ditelantarkan, sekarang aku mau kasih kabar soal apa yang baru di hidup aku. Semuanya baru sih kayanya. Haha.. Postingan2 terakhir pas masih aktif nulis, itu ditulis oleh seorang Echa yang statusnya adalah seorang perempuan lajang yang kegiatan sehari-harinya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Nah postingan sekarang, ditulis oleh seorang Echa yang statusnya perempuan yang sudah jadi istri dan ibu dari 2 orang anak, yang kegiatan sehari-harinya bekerja di sebuah rumah, mengurus segala kebutuhan dan kehidupan orang-orang yang tinggal di rumah tersebut. Singkatnya, IRT alias ibu rumah tangga yang urusannya berputar di sekitar dapur, cucian, setrikaan, dan sebangsanya :) Jadiii, jangan heran jangan bingung kalau blog ini akan berubah menjadi blog emak-emak yang kerjaannya ngomongin anak atau rumah. Ya gimana ga, kan kehidupan gue sekarang 24x7 sama anak2, ya cerita kehidupan gue pasti soal mereka lah yaa.. ...

"New" Life

Entah kenapa tiba-tiba malam ini kangen buka blog *yang sudah penuh jaring laba-laba saking lamanya ga ditengok*, dan entah kenapa tiba-tiba kangen nulis. Ga tau juga sih apa yang pengen ditulis, hanya ingin menulis. Kangen banget, setelah vakum 2 tahun lebih nulis di blog, juga vakum hampir setahun nulis formal di kantor. Yap, aku vakum nulis di blog karna sibuk sama kerjaan kantor (pada saat itu). Kalo dilihat, postingan terakhir aku di blog ini tuh bulan Agustus 2013. Tapi kalo dilihat di bagian draft, banyak tulisan aku setelah bulan Agustus itu yang belum selesai ditulis, dan akhirnya ga diselesaikan karna rasanya udah basi. Haha.. Dan aku juga vakum nulis formal alias nulis laporan pekerjaan sejak aku berhenti kerja sekitar akhir 2014. Terus ngapain aja sejak itu, cha? My life has changed. Dalam kurun waktu 2 tahun ini, begitu banyak yang berubah dalam hidup aku *yang sebenarnya sangat aku sayangkan juga kenapa ga tertuang di sini*. Dulu aku "single", sekarang a...

You will when you believe

Sebenarnya ya, seberat apapun pekerjaan atau tugas yang harus kita selesaikan, semuanya akan bisa diselesaikan dengan baik.  Syaratnya cuma 1, yakin sama diri sendiri. Pengalaman yang ngajarin aku hal itu. Beberapa hari yang lalu, ada satu kejadian di kantor yang ngajarin aku hal itu. Ceritanya, ada satu kerjaan aku yang mengharuskan aku untuk berangkat ke Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Untuk pergi ke Kaltim itu ada laporan yang harus aku selesaiin, sampe diprint dan dijilid rapi. Sepengetahuan aku, laporan yang harus selesai dan akan dibawa itu hanya "laporan antara". Sehari sebelum berangkat ada koordinasi dulu antara 2 tim yang bakal sama-sama berangkat ke Kaltim itu. Si koordinasinya itu diadain sekitar jam 3 siang. Dari koordinasi yang dilaksanain sekitar 1 setengah jam itu, barulah aku dapat informasi bahwa laporan yang harus dibawa ternyata ga cuma laporan antara, tapi juga laporan akhir! Mampus! Sore itu gue udah langsung panik aja. Secara berangkat kan...

Yang Penting Fun

It's been a loooooonngg time since my last post. Dunia kerja emang bener-bener luar biasa. Bahkan ga menyediakan waktu buat sekedar curcol. Hahaha.. Oke kali ini itu yang pengen aku bahas di sini. Itu, dunia kerja. Udah (hampir) setahun ini ada di dunia kerja. Dunia yang katanya sih dunia nyata. Beda sama dunianya mahasiswa yang masih "main-main". Setelah aku rasain, ya memang beda banget sih. Diliat dari waktu, suasana, dan sensasinya, semua beda. Lebih berat dunia kerjakah daripada dunia mahasiswa? Bisa iya bisa ngga sih, tergantung gimana kita ngehadapinnya aja. Yang jelas, namanya kerja, apapun jenisnya, dimanapun lokasinya, apapun namanya, pasti cape. Aku rasa ga ada tuh kerja yang ga cape. Semua pasti menguras energi, cuma ya mungkin ada yang kerjanya pake tenaga fisik, ada yang pake otak. Tapi sama, dua-duanya ga ada yang ga cape, pasti cape. Kaya kerjaan aku, keliatannya sih cuma duduk di depan laptop. Tapi cobain aja deh duduk di depan laptop dari pagi samp...

UN dan Segala Kecurangannya

Ceritanya tulisan ini dibuat dalam rangka hardiknas. Tapi terlambat sih yaa,, hardiknasnya kan 2 Mei! Ga masalah, yang penting isinya. Kemarin, aku menyesal banget karena ga nonton Mata Najwa di Metro TV, padahal ternyata topiknya menarik banget, tentang UN. Aku tahu soal topik UN di Mata Najwa ini dari timeline twitter, di mana salah satu teman aku me-retweet salahsatu tweet dari @matanajwa, yang menurut aku menarik sekali: “Satu paket IPA 6jt, satu paket IPS 6jt. Dibagi 20org jadi 300rb. Dari 20org dibagi lg k bawah,jd 50-100rb satu org” -Mr.X, mantan pserta UN Sayangnya, itu tweet baru aku baca saat si acara Mata Najwa di Metro TV udah selesai. Yak, penyesalan memang selalu datang terlambat kan. Akhirnya aku cuma bisa baca tweet dari @matanajwa yang banyak banget itu, yang mengungkap "rahasia" dari pelaksanaan UN, yang rasanya hampir semua peserta UN tahu soal itu. Aku jadi teringat sama pengalaman aku soal UN dan kelulusan, ya waktu SMP maupun SMA. Sejak du...