Langsung ke konten utama

Ketika Bandung Gelap


Beberapa hari belakangan, warga Kota Bandung sedang sering mengalami blackout, alias pemadaman listrik. Bisa disebut pemadaman bergilir, karena memang terlihat setiap area ada gilirannya terkena pemadaman listrik. Kabarnya tidak hanya Kota Bandung saja, tapi beberapa kota lain di Pulau Jawa juga mengalami pemadaman bergilir.

Awalnya, terjadi simpang siur penyebab pemadaman bergilir ini. Ada yang mengaitkan dengan ekonomi negara yang tidak baik-baik saja, jadi PLN juga melakukan "efisiensi". Ada yang bilang pasokan batu bara sebagai sumber energi yang utama digunakan PLN sekarang tidak lagi mencukupi. Bahkan ada yang bilang, PLN kekurangan dana karena ada pengalihan anggaran ke program MBG. Ah, dugaan masyarakat jadi ke mana-mana kan...

Kemarin akhirnya PLN buka suara soal pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Perwakilan PLN mengatakan bahwa terdapat dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan dan tidak bisa beroperasi sementara, sehingga berdampak pada pasokan listrik. Untuk menjaga pasokan listrik yang didistribusikan kepada pelanggan, PLN lalu menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Masalahnya, yang terjadi selama beberapa hari ini, pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Warga tidak menerima info tentang pemadaman, baik lewat surat edaran resmi, pemberitahuan di media sosial, ataupun sekedar broadcast WhatsApp. Padahal durasi mati listrik juga tidak bisa dipastikan. Ada yang hanya mati 1-2 jam, tapi ada juga yang sampai 5 jam.

Kalau ada pemberitahuan kan warga bisa saja ada persiapan terlebih dahulu. Misal menyiapkan air di ember ketika pompa air tidak bisa digunakan, atau mengisi daya hp dan laptop sampai penuh untuk komunikasi atau bekerja. Yang sempat saya alami beberapa hari yang lalu, pemadaman terjadi saat matahari mulai terbenam, dan saya tidak bisa menemukan lilin di rumah sehingga terpaksa harus keliling mencari warung atau toko yang menjual lilin kalau tidak mau rumah gelap gulita.



Lilin yang sudah disiapkan jika kembali terkena pemadaman



Sama Gelap, Tapi Berbeda


Yang terjadi pada warga di wilayah pemadaman mungkin sama, yaitu semua orang tidak bisa mengakses listrik. Namun dampak dari terputusnya akses listrik itu bisa jadi berbeda bagi tiap orang. Cara setiap orang menyikapinya juga bisa berbeda tergantung dampak yang dirasakannya.


Misalnya, semua pompa air di rumah warga mati. Mungkin ada warga yang tidak terlalu terdampak karena punya bak mandi yang airnya cukup, atau punya toren air di lantai atas yang masih bisa mengalirkan air dengan mengandalkan gravitasi saja. Namun ada yang kalang kabut karena tidak bisa mendapat air sama sekali karena di rumahnya tidak ada ember apalagi bak penampungan air. Padahal tentu saja air adalah kebutuhan yang sangat esensial bagi semua orang.


Ketika listrik mati tiba-tiba di siang hari, semua sama merasakan cuaca yang panas di musim yang menjelang kemarau ini. Atau ketika mati listrik di malam hari, semua sama merasakan gelap. Meski begitu pilihan yang diambil masing-masing orang bisa berbeda. Ada yang memilih pergi saja ngadem ke mal daripada kepanasan siang terik tidak bisa pakai AC, atau memilih makan malam di cafe daripada gelap-gelapan di malam hari. Namun ada sebagian yang tidak punya privilege seperti itu karena berbagai keterbatasan, sehingga harus pasrah saja menahan gerah saat listrik mati siang hari atau bertahan di kegelapan saat listrik mati di malam hari. 




Kodnisi ketika terpaksa beraktivitas dalam rumah yang gelap


Ketika kulkas ikut mati karena tidak ada listrik, mungkin kebanyakan orang biasa saja menanggapinya. Tapi ada sebagian ibu-ibu pejuang ASI yang ketar-ketir karena khawatir stok ASIP di freezer mencair. Padahal stok ASIP itu mungkin diperah dengan penuh perjuangan oleh sang ibu sambil bekerja, dan ASIP itu adalah sumber kehidupan bagi bayinya.


Ketika baterai hp atau laptop nyaris mati karena tidak sempat di-charge sebelum pemadaman, sebagian orang mungkin hanya bisa pasrah saja tidak bisa pakai hp atau laptop. Namun ada sebagian orang yang panik karena ada deadline pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Atau ada sebagian orang yang khawatir pekerjaannya terganggu karena harus banyak berkomunikasi lewat hp.


Ketika alat rumah tangga mati dan tidak bisa digunakan, sebagian orang mungkin tidak terlalu terganggu. Tapi ada sebagian pedagang kecil yang bisa kehilangan pemasukan akibat listrik mati. Misalnya pedagang roti rumahan yang tidak bisa memanggang adonan roti yang sudah disiapkan, padahal adonan roti bisa rusak jika terlalu lama berada di suhu ruang. Juga toko atau warung makan kecil yang tidak didatangi karena pelanggan enggan masuk ke toko atau warung yang gelap.



Penutup


Pemadaman listrik di Bandung ini bukan hanya cerita tentang kota yang gelap. Ini bisa menjadi cerita tentang bagaimana sebuah gangguan yang sama ternyata bisa menghasilkan dampak yang berbeda bagi setiap orang.


Mungkin selama ini kita menganggap mati listrik sebagai gangguan sementara yang tinggal ditunggu saja hingga berakhir sendiri. Bersyukurlah jika kita pernah beranggapan seperti itu, karena mungkin artinya kita punya privilege yang tidak dimiliki oleh sebagian orang. Karena bagi sebagian orang, setiap detik yang berlalu tanpa listrik bisa berarti berkurangnya pemasukan, tertundanya pekerjaan, atau hilangnya akses terhadap kebutuhan esensial sehari-hari. Di situlah kita sadar bahwa yang dibagi secara merata hanyalah gelapnya, bukan dampaknya.


Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama, dan PLN bisa segera memperbaiki apapun penyebab masalah ini. Supaya semua warga tidak lagi mengalami dampak berat akibat listrik yang terputus.



Tulisan ini dibuat untuk Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni dengan tema “Perbedaan”. Ditulis dalam kondisi rumah gelap akibat pemadaman listrik :)




Komentar

Popular Posts

Garuda di Dada Timnas -> Salah??

Ada yang mempermasalahkan penggunaan lambang Garuda di kaos timnas Indonesia. Padahal, timnas Indonesia sendiri lagi berjuang mengharumkan nama Indonesia di ajang Piala AFF 2010.  Ini 100% pendapat pribadi aja yah.. Apa sih yang salah dengan penggunaan lambang Garuda di kaos timnas? Bukannya dengan adanya lambang Garuda di dada itu berarti mereka yang ada di timnas bangga jadi Indonesia dan bangga bisa berlaga di ajang internasional dengan membawa nama Indonesia? Bukannya dengan membawa lambang Garuda di dada itu berarti mereka akan makin semangat untuk main di lapangan hijau karna membawa nama besar Indonesia? Dan itu berarti Bang BePe dan kawan2 itu akan berusaha lebih keras untuk membuat semua warga Indonesia bangga? Pernah liat timnas maen di lapangan hijau? Pernah liat mereka rangkulan sambil nyanyiin lagi wajib INDONESIA RAYA? Pernah merhatiin ga kalo mereka sering mencium lambang Garuda yang ada di dada mereka setiap abis nyanyiin lagu INDONESIA RAYA? Pernah juga ga m...

Makanan Favorit di Setiap Masa "Ngidam"

Setelah bulan lalu saya gagal setoran karena kesulitan mencari waktu untuk menulis di sela-sela perubahan ritme kehidupan selama ramadan, bulan ini saya tidak mau lagi gagal setoran tulisan. Kebetulan tema tantangan blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini adalah tentang makanan favorit.  Sebenarnya kalau ditanya apa makanan favorit saya, jujur bingung sih jawabnya. Karena saya bisa dibilang pemakan segala. Buat saya makanan hanya ada yang enak atau enak banget. Hehe… Jadi kalau disuruh memilih 1 makanan yang paling favorit sepanjang masa, ya susah. Makanya ketika beberapa minggu belakangan ini saya sering terbayang-bayang satu jenis makanan, saya jadi terinspirasi untuk menjadikan ini sebagai tulisan untuk setoran tantangan bulan ini. Iya, saya memang sedang sering ngidam. Ngidam kurang lebih bisa diartikan keinginan dari seorang ibu hamil terhadap sesuatu, umumnya keinginan terhadap makanan. Ngidamnya setiap ibu hamil juga beda-beda, ada yang ngidamnya jarang tapi ada juga yang se...

Mama sang Wonder Woman

Mama adalah segalanya.. Mama adalah Wonder Woman terhebat yang pernah ada di dunia ini.. :) Di keluargaku, dan sepertinya juga hampir sebagian besar keluarga, mama merupakan sosok yang sangat memegang peranan penting dalam urusan rumah. Segala urusan rumah dari mulai cuci baju, cuci piring, bersih-bersih rumah, masak, dan sebagainya itu semuanya mama yang urus.. Anggota keluarga yang lain seperti suami dan anak-anaknya mungkin juga ikut membantu, kadang bantu mencuci, bersih-bersih, ato urusan rumah lainnya. Tapi tetap saja kalau dihitung-hitung, pasti porsinya jauh sama yang biasa dikerjakan mama. Belakangan ini aku lebih sering ada di rumah. Dan dengan semakin seringnya ada di rumah, semakin aku mengerti sibuknya mama di rumah mengurus segala sesuatunya sendiri. Sebagai seorang anak, pastinya sudah jadi kewajiban aku untuk bantu mama dalam mengurus rumah yang juga aku tinggali. Dengan aku sering ikut membantu mama melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, aku jadi tahu bah...