Langsung ke konten utama

Postingan

Pengalaman Menggunakan Berbagai Bahasa

Kemampuan berbahasa adalah kemampuan yang sangat penting dalam kehidupan kita, karena kemampuan berbahasa kita gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Nggak cuma secara lisan aja ya yang dimaksud berbahasa, karena kan ada juga bahasa isyarat yang dipakai oleh para tuna rungu dan tuna wicara. Bahkan ada juga kan bahasa yang bisa dimengerti hanya lewat tatapan mata: bahasa kalbu. *langsung pengen nyanyi deh inget Titi DJ, hehe.. Intinya, komunikasi yang kita lakukan dengan orang lain pasti menggunakan bahasa, apapun bentuknya.  Di masa globalisasi sekarang ini, kita sepertinya nggak bisa hanya menguasai bahasa ibu saja. Bahasa ibu itu apa sih? Bahasa ibu adalah bahasa yang pertama kali diperkenalkan kepada seseorang saat dia lahir. Biasanya memang bahasa ibu adalah bahasa dari daerah tempat orang tersebut lahir, tapi ada juga yang bukan. Misalnya saja orang Jawa yang budayanya kental saat merantau ke Kalimantan tetap menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya di rumah sehingg...

Mulai Dari Diri Sendiri Dulu Untuk Menghindari Pembajakan

Beberapa waktu lalu saya mendengarkan siniar dari Pandji Pragiwaksono di Spotify. FYI, siniar itu bahasa Indonesia dari " podcast ". Di siniar itu, Pandji membahas tentang "pencurian" materi stand up comedy , atau beberapa kali juga Pandji menyebut kejadian itu sebagai "pembajakan". Tuh, ternyata pembajakan itu luas sekali ya cakupannya. Bahkan, materi lawak saja bisa dibajak. Coba, kalau kita sebagai orang awam mendengar kata "bajakan", apa yang biasanya muncul di pikiran kita? Mungkin kebanyakan akan terpikirkan lagu atau film bajakan, karena itu yang paling sering disebut dan dibahas. Padahal luas sekali loh definisi dari bajakan ini, nggak melulu soal lagu atau film.  Sebelum membahas tentang pembajakan, kita harus ingat dulu bahwa segala hal yang muncul dari hasil pemikiran manusia merupakan kekayaan intelektual yang sebenarnya punya hak untuk dilindungi. Apapun bentuknya, semua hasil karya seseorang yang merupakan buah pemikirannya berhak u...

Ketika Miskom Bikin Ketawa (dan Malu)

Komunikasi itu hal yang sangat penting dalam hidup, betul? Iya dong, manusia kan makhluk sosial, tanpa komunikasi gimana bisa hidup bersama-sama. Tarzan yang manusia sendirian di hutan aja harus berkomunikasi sama binatang lainnya dengan caranya sendiri toh? Nah, kalau komunikasi itu nggak berjalan dengan baik alias miskom, bisa bermacam-macam reaksi yang muncul. Bisa jadi ketawa, bisa bikin marah, bahkan bisa bikin malu. Ini ada beberapa contoh miskom yang bisa jadi mengundang tawa.  Miskom-nya Anak Kecil yang Baru Belajar Ngomong Alkisah ada seorang anak umur 2 tahun lebih bicara ke bundanya.  "Bun, aku mau sholat ya kaya bunda. Di mana senjatanya?" Anak kecil itu bertanya  Bundanya bingung, ini anak kenapa mau sholat tapi nyarinya senjata? Apa tanpa bunda sadari di luar lagi meletus peperangan yang bikin sholat harus persiapan senjata, kaya di jaman Nabi?  "Eh? Mau sholat kok pake senjata mas?" Bunda balik nanya ke anak kecil yang dipanggil mas itu. "Iya bun...

Review Film: Nada Untuk Asa (2015)

Menjadi bagian dari segelintir orang yang seringkali mendapat stigma negatif di masyarakat tentu tidak mudah. Terlebih lagi jika stigma tersebut juga datang dari keluarga sendiri, padahal seharusnya keluarga menjadi orang-orang yang selalu mendampingi dalam kondisi apapun. Hal inilah yang diceritakan dalam film Nada Untuk Asa, sebuah film yang rilis tahun 2015, yang terinspirasi dari kisah nyata milik Yurike Ferdinandus, seorang perempuan yang positif HIV.  SINOPSIS Nada harus mengalami kepedihan akibat meninggalnya sang suami, Bobby, akibat kanker. Padahal ia memiliki tiga orang anak yang masih kecil, bahkan satu di antaranya masih bayi. Ketika masih dalam keadaan berduka, ia kembali mendapat kejutan bahwa ternyata suaminya adalah seorang pengidap HIV, bahkan sudah 4 tahun lamanya virus tersebut ada dalam tubuh Bobby. Seakan kepedihannya belum cukup, Nada harus menerima kenyataan pahit bahwa ternyata dirinya pun sudah terinfeksi virus HIV.  Dokter yang mengetahui ...

Bermain Sambil Tadabbur Alam di Emaki Al Ma'soem

Sudah hampir 1,5 tahun sejak pertama kali ada kasus covid-19 yang lalu menyebar ke seluruh penjuru dunia, dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda pandemi ini akan berakhir, khususnya di Indonesia. Anjuran untuk "di rumah saja" masih terus digaungkan untuk menekan penularan virus. Tapi apa iya bisa terus di rumah saja selama berbulan-bulan bahkan sampai hitungan tahun? Mungkin ada yang bisa sih, tapi bagi sebagian orang kayaknya sulit ya.. Liburan itu kadang bukan hanya keinginan semata loh, tapi kebutuhan. Otak butuh untuk di -refresh dari segala kepenatan akibat rutinitas. Caranya? Ya liburan, break dari rutinitas tersebut dan melakukan kegiatan lain yang menyenangkan. Kalau nggak? Stres dong, dan bahayanya ga cuma untuk kesehatan mental tapi juga kesehatan fisik.  Nah, dalam keadaan pandemi yang nggak selesai-selesai begini, gimana caranya liburan? Kan anjurannya juga "di rumah aja"? Mungkin sebagian orang ada yang bisa mencari kegiatan untuk refreshing di ru...